Dirty Vote Mendadak Hilang dalam Pencarian YouTube, Akademisi Respons Begini
Wakil Dekan Fisip Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) Dr Umar Sholahudin yang menyebut Dirty Vote sangat bagus bagi pemilih yang belum menentukan pilihan atau masih galau.
"Pesan moralnya jangan biarkan politisi bermasalah secara etik, hukum dan politik, melenggang ke istana. Pemilih bisa menghukum politisi bermasalah dengan cara tidak memilih mereka," tuturnya.
Menurutnya, film itu memberikan penyadaran politik dan meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Bahwa ada bopeng hitam politik dalam arena demokrasi dan Pemilu 2024.
"Masyarakat pemilih perlu merdeka dalam memilih dengan tidak memilih politisi bermasalah," imbuh dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Habiburokhman menilai film dokumenter itu bernada fitnah dan tidak ilmiah. Pernyataan itu disampaikan seusai film Dirty Vote muncul di YouTube.
“Semua orang bebas menyampaikan pendapat. Namun, perlu kami sampaikan sebagian besar yang disampaikan dalam film bernada fitnah, narasi kebencian yang sangat asumtif dan tidak ilmiah,” katanya dalam konferensi pers di Media Center TKN, Minggu (11/2). (mcr12/jpnn)
Akademisi menilai hilangnya Dirty Vote dalam pencarian YouTube adalah shadow banned.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News