Kemenag Blitar Beri Pendampingan Trauma 17 Tersangka Pengeroyok Santri

Pihaknya juga membawa korban ke rumah sakit, termasuk memberitahu kepada orang tua korban hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.
Dia pun menyesalkan kejadian itu, apalagi korban meninggal dunia. Menurut dia, korban adalah santri yang baik dan anak-anak yang melakukan tindakan tersebut juga menyesal.
"Anak-anak melakukan tindakannya dengan motif membuat jera, tetapi di luar ekspektasi. Mungkin nalurinya tidak sinkron sehingga kebablasan dan seketika langsung menyesal," kata Gus Wafa.
Kasus pengeroyokan santri itu ditangani Sat Reskrim Polres Blitar. Saat ini, polisi telah menetapkan 17 orang tersangka dalam kasus pengeroyokan santri hingga korban meninggal dunia tersebut. Mereka juga masih di bawah umur, antara 14-15 tahun. Korban juga masih di bawah umur.
Kendati menjadi tersangka, 17 tersangka itu tidak ditahan setelah mendapatkan jaminan dari keluarga serta berjanji tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barang bukti serta tidak mengulangi perbuatannya. Namun, mereka tetap diharuskan untuk wajib lapor. (antara/mcr12/jpnn)
Kemenag Blitar beri pendampingan trauma healing kepada 17 tersangka pengeroyok santri hingga meninggal.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News