Eri Cahyadi ‘Andai Kita Berdoa Persebaya Kalah’

“Pasti semua baik-baik saja: mungkin hanya akan ada umpatan kata di social media, BUKAN HILANGNYA NYAWA!,” tulis Eri Cahyadi.
Dia melanjutkan bila bisa berdoa Persebaya kalah akan ada ratusan nyawa terselamatkan dan pulang kembali ke keluarganya. Tak ada anak yang harus kehilangan orang tua, tak bisa lagi merasakan kasih sayang ayah ketika mengantarkan ke sekolah.
“Andai kita berdoa Persebaya kalah semalam, tragedi terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia dan mungkin dunia tak akan terjadi. Ratusan nyawa selamat. Ratusan orang akan kembali bertemu keluarganya: anak, istri, suami, ayah, ibu,” ucapnya.
“Tetap akan ada ayah yang begitu datang ke rumah langsung berguling-guling bercanda dengan si kecil di kasur mungil mereka. Tetap akan ada ayah yang bangun pagi, menyalakan motor, dan mengantarkan anaknya ke gerbang sekolah,” imbuhnya.
Namun, lanjut Eri, manusia memang tak akan bisa tahu tentang apa yang akan terjadi di depan.
“Sekali lagi, andai kita berdoa Persebaya kalah semalam, tetapi kita semua sadar, tak ada yang tahu tentang apa yang akan terjadi. Semuanya mesti jadi refleksi diri, hilangnya nyawa karena rusuh sepak bola seperti ini harus menjadi yang terakhir kali,” tuturnya
“Dari Surabaya, kita kirimkan doa terbaik untuk seluruh korban. Al Fatihah,” katanya
Eri juga menyampaikan apresiasi untuk Bonek yang memutuskan hari ini tak ada pawai kemenangan. “Kemanusiaan memang jauh lebih penting ketimbang hasil skor pertandingan,” tandas Eri. (mcr12/jpnn)
Eri Cahyadi menyampaikan angan-angan apabila Persebaya kalah tidak akan terjadi tragedi Kanjuruhan.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News