Keren, Mahasiswa Ubaya Pecahkan Rekor Pembuatan Gelang dari Bahan Daur Ulang

Jumlahnya disesuaikan dengan anggota dalam tim, lalu mereka menambahkan manik-manik gelang dari potongan kertas majalah.
Rektor Ubaya Dr Ir Benny Lianto mengatakan pihaknya ingin memperkenalkan kampusnya kepada mahasiswa baru tentang budaya solidaritas lewati kegiatan itu.
Hal ini dilakukan agar mereka bisa hidup berdampingan dengan semangat multikultur.
"Mereka tidak hanya sekadar membuat karya, tetapi memberikan pesan untuk diri mereka dan orang sekitar bahwa solidaritas adalah cerminan budaya bangsa yang perlu diterapkan dalam kehidupan perkuliahan sehari-hari," tuturnya.
Menurut dia, rekor MURI menjadi prestasi Ubaya di momen penyambutan mahasiswa baru tahun ini. MOB 'Anagata: Addarma Nawasena' merupakan kegiatan orientasi tatap muka pertama setelah sebelumnya dilakukan secara daring karena pandemi.
Adapun masa orientasi diselenggarakan mulai tanggal 17 Agustus hingga 17 September 2022.
Dia berharap semangat solidaritas yang dibangun melalui kegiatan ini dapat membuat mahasiswa bekerjasama dan berkolaborasi lintas disiplin ilmu.
"Value inilah yang ingin Ubaya bentuk karena sangat penting untuk kehidupan di masa depan," tandas Benny. (mcr12/jpnn)
Mahasiswa Ubaya pecahkan rekor pembuatan gelang solidaritas dari bahan daur ulang plastik dan kertas terbanyak.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News