Harga Kedelai Masih Tinggi, Pemkot Surabaya Pasrah Hanya Bisa Lakukan Ini

Sabtu, 05 Maret 2022 – 21:02 WIB
Harga Kedelai Masih Tinggi, Pemkot Surabaya Pasrah Hanya Bisa Lakukan Ini - JPNN.com Jatim
Ilustasi salah satu pembuat tempe di Surabaya. Foto : Ardini Pramitha/JPNN.

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Fauzie Mustaqim Yos menyatakan bahwa harga kedelai di pasaran masih belum stabil.

“Iya harga kedelai masih cukup tinggi, tetapi itu memang di luar kendali kami karena untuk komoditinya masih impor,” kata Yos, Sabtu (5/3).

Pihaknya hanya bisa pasrah. Sampai saat ini yang bisa diperbuat, yaitu melakukan sosialisasi ke masyarakat bahwa memang tingginya harga kedelai mempengaruhi harga jual tahu dan tempe.

"Tugas kami adalah sosialisasi ke masyarakat bahwa tempe kedelai itu masih ada memang, tetapi harganya naik," ucap dia.

Dirjen Perdagangan dalam Negeri, lanjut Yos, akan melakukan sosialisasi kepada para importir. Berapa pun harga impor kedelai akan tetap dibeli.

"Memang kedelai ini bahan pokok untuk buat tempe dan tahu. Jadi, berapapun harganya pasti dibeli,” katanya.

Sementara, untuk harga komoditi bahan pokok seperti telur, daging masih stabil dan stoknya aman.

Yos menambahkan, jika memang terdapat komoditi bahan pokok yang langka dan harganya jauh melambung tinggi, salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan melakukan operasi pasar.

Harga kedelai di Surabaya masih tinggi menyentuh angka Rp 11.500 per kilogram
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News