Jelang Penetapan UMK 2022, Eri Imbau Agar Para Buruh Tak Turun Ke Jalan

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi duduk bersama perwakilan dari Serikat Pekerja (SP) dan Serikat Buruh (SB) untuk membahas upah minimum kota (UMK) Surabaya tahun 2022,di Gedung M Yasin Mapolrestabes Surabaya.
Dalam proses penetapan upah minimum kota, Eri mengatakan tidak bisa memutuskan sendiri.
Sebab, sudah ada perwali yang mengatur bahwa sebuah perusahaan minimal memiliki 40 persen dan maksimal 60 persen pegawainya asal Surabaya.
Dengan begitu, tidak bisa 100 persen, karena Surabaya adalah Ibu Kota Jawa Timur.
"Tadi saya sampaikan ke teman-teman SP/SB, kalau ingin menyampaikan hal itu ayo kita bersama-sama ngobrol bersama Ibu Gubernur. Nanti saya kawal, dan enggak usah turun ke jalan” kata dia, Selasa (9/11).
Sementara itu, Ketua SPSI Jatim, Fauzi mengatakan, akan terus berkomunikasi dengan para anggotanya untuk memanfaatkan ruang diskusi yang akan dilakukan ke depannya.
Baca Juga:
Harapannya, dari diskusi tersebut nantinya bisa mewujudkan keinginan para anggotanya.
“Insyaallah rencana demo besar-besaran yang saya pimpin tidak akan terjadi. Saya meyakini Ibu Gubernur, Pak Wali Kota, Pak Kapolrestabes adalah pemimpin yang komunikatif," ujar Fauzi.
Dia pun berharap ke depannya ada solusi dan diambil jalan tengahnya, maka dari itu Jatim harus tetap kondusif. (mcr23/jpnn)
Wali Kota Surabaya Himbau Para Buruh Tak Turun Kejalan Menjelang Penetapan UMK
Redaktur : Fahmi Azis
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News