Almarhum Serda Diyut: Seandainya Terjadi Apa-Apa, Jasadku Ingin di Pangkuan Ibunda

Rabu, 28 April 2021 – 08:00 WIB
Almarhum Serda Diyut: Seandainya Terjadi Apa-Apa, Jasadku Ingin di Pangkuan Ibunda - JPNN.com Jatim
Helen menunjukkan foto suaminya, Serda Diyut salah satu ABK KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali, di rumahnya Kota Madiun, Jatim, Kamis (22/4). Foto: ANTARA/Louis Rika

jatim.jpnn.com, MADIUN - Perpisahan tidak pernah mudah. Begitu pula yang dirasakan keluarga awak KRI Nanggala-402 Serda Diyut Subandriyo.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengumumkan 53 personel kapal selam tersebut tewas dalam tugas, Minggu (25/4).

Kabar tersebut membawa duka mendalam bagi keluarga Serda Diyut di Kota Madiun, khususunya sang ibu, Sartiningsih.

Dia mengenang sosok putra kelimanya yang kini telah berpulang.

"(Orangnya, red) baik, sopan, dan penyayang keluarga," katanya.

Diyut selalu pamit dan mencium tangan ibunya setiap kali hendak berlayar, termasuk sebelum pelayaran penghabisannya.

Sartiningsih juga ingat anaknya menyampaikan sesuatu. Pesan yang rutin almarhum sampaikan setiap kali berangkat bertugas.

"Kalau seandainya terjadi apa-apa, nanti jasadnya ingin di pangkuan ibunda," kata Sartiningsih.

Perpisahan tidak pernah mudah. Begitu pula yang dirasakan keluarga awak KRI Nanggala-402 Serda Diyut Subandriyo.
Sumber Antara