Antisipasi Bencana Hidrometeorologi di Jatim, Kawasan Mangrove Perlu Dipulihkan

Jumat, 29 Oktober 2021 – 16:10 WIB
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi di Jatim, Kawasan Mangrove Perlu Dipulihkan - JPNN.com Jatim
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menanam mangrove di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jatim, Kamis (28/10) (ANTARA/HO-Pemprov Jatim)

jatim.jpnn.com, GRESIK - Seluruh daerah di Jawa Timur didorong melakukan penguatan ekosistem lingkungan. Salah satunya, dengan gerakan restorasi tanam mangrove atau bakau sebagai antisipasi bencana hidrometeorologi.

Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, gerakan itu adalah bagian dari ikhtiar menahan laju perubahan iklim.

"Selain sebagai kawasan ekologi yang berfungsi melindungi habitat dan ekosistem di kawasan ekonomi esensial, mangrove juga menjadi sabuk hijau pelindung kawasan pesisir," kata Khofifah, Kamis (29/10).

Dia mengatakan ke depan, peran serta partisipasi masyarakat dalam upaya rehabilitasi mangrove dan pengelolaannya harus lebih didorong supaya terkelola dengan baik.

Mantan Mensos itu menerangkan di akar-akar mangrove itu ada kepiting dan udang . Keduanya memakan plankton-plankton di sekitarnya.

"Nah, sekarang kalau ekosistemnya kita bangun, maka habitat laut bisa bertumbuh dan berkembang kembali. Itu akan menjadi bagian dari penguatan ekosistem," ujar Khofifah.

Dia pun menjelaskan ekosistem mangrove memiliki keterkaitan erat terhadap perubahan iklim.

Keberadaan mangrove yang sehat di kawasan pesisir mampu meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim dan meminimalisasi dampak bencana alam seperti tsunami, badai, dan gelombang.

Gubernur Jatim memiliki imbauan kepada seluruh pihak terkait dengan upaya mengantisipasi bencana hidrometeorologi.
Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News