Pemeliharaan Peralatan EMCL, Pembakaran Gas Flare Bikin Panik Warga

Senin, 20 September 2021 – 16:00 WIB
Pemeliharaan Peralatan EMCL, Pembakaran Gas Flare Bikin Panik Warga - JPNN.com Jatim
Kondisi lapangan migas EMCL di Kecamatan Gayam, Bojonegoro yang sudah kembali normal. Foto: bojonegorokab.go.id

jatim.jpnn.com, BOJONEGORO - Beberapa waktu lalu, warga di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro mengeluhkan pembakaran gas flare di lingkungan mereka yang tiba-tiba membesar.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro pun langsung berkoordinasi dengan Operator Lapangan Banyu Urip Blok Cepu di Kecamatan Gayam, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Kabid Tata Lingkungan, DLH Kabupaten Bojonegoro, Erna Zulaikhah memaparkan kejadian itu disebabkan adanya kegiatan maintenance (pemeliharaan) peralatan pihak EMCL.

"Ada kelebihan air dan udara yang harus diinjeksikan ke tanah. Sehingga muncul kejadian yang tidak biasanya," kata dia mengutip laman pemkab setempat, Senin (20/9).

Erna menyatakan pihaknya mengimbau kepada EMCL ke depannya sebelum melakukan kegiatan pemeliharaan, agar memberitahukan terlebih dahulu kepada DHL Bojonegoro dan warga sekitar agar mereka waspada.

"Kegiatan maintenance peralatan juga supaya dilakukan siang hari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat saat malam," ujar dia.

Humas dan Jubir EMCL, Rexy Mawardijaya pun memastikan pembakaran gas flare tersebut sudah kembali normal berdasarkan pengambilan gambar pada Sabtu (18/9) pukul 16.00 WIB.

"Kegiatan pemeliharaan alat produksi sudah selesai pada Sabtu lalu. Kondisi flare saat ini sudah kembali normal," tutur dia.

Rexy mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan DLH Bojonegoro dan menyebutkan kegiatan pemeliharaan peralatan tersebut telah sesuai dengan aturan teknis dari ESDM dan tidak melanggar AMDAL.

Warga Desa Mojodelik, Gayam, Bojonegoro panik setelah pembakaran gas flare di lapangan migas lingkungan mereka mendadak membesar.