Banyak Nakes Terpapar, RS Paru Jember Batasi Kapasitas Pasien COVID-19

Kamis, 29 Juli 2021 – 23:32 WIB
Banyak Nakes Terpapar, RS Paru Jember Batasi Kapasitas Pasien COVID-19 - JPNN.com Jatim
Foto dok. Sejumlah tenaga kesehatan RS Paru Jember melayani pasien di tenda darurat yang disiagakan di sekitar rumah sakit setempat. (ANTARA/ HO - RS Paru di Jember)

jatim.jpnn.com, JEMBER - Rumah Sakit (RS) Paru, Jember, Jawa Timur, tidak akan menambah tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19 karena keterbatasan jumlah perawat.

Plt. Direktur RS Paru Jember dr. Sigit Kusumajati menerangkan pihaknya sebenarnya memiliki 96 tempat tidur, namun hanya menggunakan 53 tempat tidur untuk pasien COVID-19.

Dia pun mengatakan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) di RS Paru fluktuatif. Namun selama beberapa hari terakhir selalu mencapai 100 persen seiring meningkatnya jumlah pasien COVID-19.

"Tenda darurat di RS Paru berkapasitas 21 pasien yang disiapkan sebagai transit sambil menunggu adanya kamar kosong di ruang isolasi khusus (RIK) belakangan selalu penuh," ujar dia.

Kendati pasien COVID-19 terus berdatangan, RS Paru tetap tak menambah jumlah tempat tidur karena sangat berisiko membuat tenaga kesehatan (nakes) kelelahan.

Puluhan tenaga kesehatan di RS Paru Jember terkonfirmasi positif sejak Januari hingga Juli 2021. Bahkan seorang analis laboratorium setempat meninggal dunia karena terpapar COVID-19.

Sigit menjelaskan idealnya RS Paru membutuhkan tambahan nakes sebanyak 28 perawat dan lima analis laboratorium agar seluruh tempat tidur di rumah sakitnya bisa digunakan.

Sejumlah rumah sakit penanganan COVID-19 di Kabupaten Jember sebagian besar sudah penuh. Bahkan Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi menyiagakan beberapa ambulans desa di halaman rumah sakit setempat untuk menampung pasien yang tidak mendapat kamar.

Sumber Antara