3T Masih Jadi Kunci, Pemkot Surabaya Diminta Libatkan Pengurus Kampung

Senin, 19 Juli 2021 – 11:00 WIB
3T Masih Jadi Kunci, Pemkot Surabaya Diminta Libatkan Pengurus Kampung - JPNN.com Jatim
Ilustrasi - DPRD Surabaya mendorong pemkot setempat mendorong pelaksanaan 3T dengan melibatkan pengurus kampung. Foto: Ricardo/JPNN.com

jatim.jpnn.com, SURABAYA - DPRD Surabaya, Jawa Timur meminta pemkot setempat memperkuat Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo dengan melibatkan warga sekitar.

"Keterlibatan masyarakat adalah solusi tepat untuk melakukan tracing (pelacakan) dan memonitor warga yang terpapar COVID-19," kata Ketua DPRD Surabayad Adi Sutarwijono, Minggu (18/7).

Dia menjelaskan pekan lalu, Komisi D DPRD Surabaya menggelar rapat dengar pendapat secara virtual dengan epidemiolog Dr. dr. Windhu Purnomo dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Salah satu rekomendasi dari rapat itu ialah mengintensifkan pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment) serta penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes).

"Pelaksanaan 3T untuk melokaliasi penyebaran COVID-19 dan tidak menulari warga yang lain," ujar Adi mengutip pernyataan Windhu.

Dia menekankan pasien COVID-19 kategori orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan untuk disiplin menjalani isolasi mandiri serta tidak keluar rumah hingga dinyatakan sembuh.

Untuk tracing maupun penegakan disiplin prokes, Adi mendorong Pemkot Surabaya melibatkan masyarakat dan pengurus kampung.

Menurut dia, Surabaya sudah memiliki "Kampung Wani" sebagai model dari kampung tangguh dengan melibatkan pengurus RT, RW, LPMK, tokoh dan warga masyarakat.

Ketua DPRD Surabaya mendorong pemkot setempat melibatkan penguruskan kampung guna mengintensifkan 3T.
Sumber Antara