Dua Nakes di Pamekasan Meninggal karena Covid-19, Satu Puskesmas Terpaksa Lockdown

Jumat, 16 Juli 2021 – 02:40 WIB
Dua Nakes di Pamekasan Meninggal karena Covid-19, Satu Puskesmas Terpaksa Lockdown - JPNN.com Jatim
Ilustrasi - Sejumlah petugas dan relawan memakamkan pasien COVID-19 yang meninggal dunia di salah satu tempat pemakaman umum di Kota Madiun Jatim. (ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dua tenaga kesehatan asal Pamekasan, yakni seorang dokter dan kepala puskesmas meninggal akibat terpapar Covid-19.

"Dokter yang meninggal dunia akibat Covid-19 itu bernama Lilik Fauziyah, sedangkan tenaga kesehatan yang meninggal dunia bernama Ali Wafa," kata Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Pamekasan Arif Rachmansyah, Kamis (15/7).

Lilik Fauziyah merupakan dokter di Rumah Sakit Waru, sedangkan Ali Wafa adalah Kepala UPT Puskesmas Bandaran.

Arif menjelaskan bahwa Lilik Fauziyah merupakan dokter kedua di Pamekasan yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Sebelumnya, seorang dokter spesialis radiologi bernama Sarjono juga meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 pada bulan Desember 2020.

Menurut Arif, Satgas Covid-19 Pemkab Pamekasan telah melakukan pelacakan terhadap warga yang pernah berhubungan dengan dokter Lilik Fauziyah.

Dinas Kesehatan Pamekasan juga menutup Puskesmas Tlanakan dan Larangan karena 60 persen tenaga kesehatan yang bertugas positif Covid-19. 

"Puskesmas dilakukan sterilisasi dengan cara ditutup untuk sementara waktu," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Pamekasan dr Syaifuddin. (mcr6/antara/jpnn)

Pemkab Pamekasan, Jawa Timur, mengonfirmasi seorang dokter dan kepala puskesmas meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19.