Dindik Jatim Matangkan Persiapan Sekolah Rakyat, Guru dan Lokasi Mulai Dipetakan

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Pendidikan Jatim mulai melakukan berbagai persiapan terkait peluncuran program Sekolah Rakyat oleh Kementerian Sosial RI, yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2025.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menyatakan pihaknya masih menunggu regulasi teknis dari pemerintah pusat sebagai dasar dalam menyusun kurikulum, mekanisme pembelajaran, dan perekrutan guru.
"Program Sekolah Rakyat ini amanah Presiden melalui Kementerian Sosial. Kami akan mendukung secara teknis, mulai dari penyusunan kurikulum, pembelajaran, hingga tenaga pengajar," kata Aries, Jumat (4/4).
Program itu dirancang untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari kelompok rentan, seperti anak jalanan, yatim piatu, dan keluarga miskin, yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal.
Sekolah Rakyat akan menggunakan pendekatan berbasis asrama dan pendampingan intensif agar lulusan tidak hanya cakap akademik, tetapi memiliki karakter dan keterampilan hidup.
"Ini bukan sekadar memberi tempat belajar, tapi juga membangun masa depan mereka," tuturnya.
Beberapa lokasi telah dipetakan untuk tahap awal, antara lain BPSDM Jatim, serta fasilitas milik pemprov di Batu dan Jombang, yang dianggap siap secara infrastruktur.
Dindik Jatim juga mulai menghitung kebutuhan guru karena program ini mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas.
Dinas Pendidikan Jatim mulai persiapan Sekolah Rakyat untuk anak rentan. Sementara itu, Surabaya siapkan skema berbeda melalui Sekolah Bibit Unggul.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News