Malang Alami Inflasi Sebesar 0,06 Persen pada Januari 2020

"Tercatat, sembilan kelompok pengeluaran mengalami inflasi, sementara dua lainnya deflasi," kata Sunaryo.
Dua kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok pengeluaran pakaian, dan alas kaki sebesar 0,06 persen, dan kelompok transportasi sebesar 0,63 persen.
"Kelompok pengeluaran transportasi, memberikan andil deflasi sebesar 0,08 persen. Sementara kelompok pendidikan stabil," kata Sunaryo.
Jika dilihat lebih dalam, beberapa komoditas yang menyumbang andil inflasi Januari 2021 Kota Malang antara lain adalah kenaikan harga cabai rawit sebesar 58,90 persen, tempe 6,54 persen, tahu mentah 5,77 persen, mobil 0,87 persen, dan emas perhiasan sebesar 1,58 persen.
"Tarif kendaraan roda empat online juga tercatat naik 5,10 persen, dengan andil terhadap inflasi 0,01 persen," kata Sunaryo.
Sementara komoditas yang menghambat inflasi Kota Malang, antara lain adalah tarif angkutan udara yang turun sebesar 7,04 persen, telur ayam ras sebesar 10,72 persen, daging ayam ras 4,30 persen, cabai merah 31,17 persen, dan tarif kendaraan online roda dua turun 9,58 persen.
"Daging sapi turun 1,06 persen, dan juga bawang merah turun 5,67 persen," ujar Sunaryo.
Tercatat, inflasi tahun kalender Kota Malang pada 2021 sebesar 0,06 persen, dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,07 persen. (antara/jpnn)
Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,06 persen pada Januari 2021.
Redaktur & Reporter : Angga Setiawan
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News