Berbahasa Madura, UMS Edukasi Prokes ke Warga Perkampungan Pesisir Sukolilo

Rabu, 16 Juni 2021 – 09:10 WIB
Berbahasa Madura, UMS Edukasi Prokes ke Warga Perkampungan Pesisir Sukolilo - JPNN.com Jatim
Mahasiswa FIK UMSurabaya saat membagikan masker dan edukasi menggunakan bahasa Madura pada warga pesisir Sukolilo, Surabaya, Selasa (15/6). Foto: ANTARA Jatim/HO/WI

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya turun ke perkampungan Pesisir Sukolilo guna mengedukasi masyarakat soal pencegahan COVID-19.

Uniknya, penyuluhan maupun pendekatan yang dilakukan para mahasiswa dilakukan sepenuhnya berbahasa Madura.

"Kegiatan itu dilakukan menyusul lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Bangkalan yang berdekatan dengan perkampungan Pesisir Sukolilo," kata salah satu mahasiswa UMS, Muhammad Iqbal Fathoni, Selasa (15/6).

Iqbal menerangkan aksi yang dilakukan, antara lain, penyuluhan masyarakat melalui poster edukatif berbahasa Madura, edukasi video bahaya maupun cara pencegahan COVID-19, serta pembagian 1.000 masker dan penyanitasi tangan (hand sanitizer).

"Penggunaan bahasa daerah itu agar masyarakat Madura yang tinggal di perkampungan Pesisir Sukolilo lebih mudah memahami pesan kami," ujar dia.

Berbagai kalimat edukasi berbahasa Madura tertulis di poster yang dibawa mahasiswa mengelilingi kampung seperti "cek kaloppaeh angguy masker", artinya jangan lupa pakai masker.

"Kami juga memakai baju sakera layaknya sosok tokoh pejuang Madura yang berjasa melawan Belanda pada zaman penjajahan dulu. Bedanya sekarang berjuang melawan COVID-19," tutur Iqba.

Dosen FIK UMS Idham Choliq mengutarakan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat.

Sumber Antara