Ditunjuk Jadi Ketua Tanfidziyah PBNU yang Baru, Gubernur Khofifah Bersedia, Asalkan

Kamis, 13 Januari 2022 – 18:32 WIB
Ditunjuk Jadi Ketua Tanfidziyah PBNU yang Baru, Gubernur Khofifah Bersedia, Asalkan - JPNN.com Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan SMA di Kota Kediri yang memiliki kurikulum khusus, Selasa (14/12). Foto: Humas Pemprov Jatim

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masuk dalam susunan kepengurusan baru PBNU. Dia diamanahi menjadi ketua tanfidziyah perempuan pertama.

Khofifah mengaku semula dirinya sempat ditelepon langsung oleh Ketua Umum PBNU Kiai Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) terkait dengan amanah yang diberikan tersebut.

“Memang ditelepon oleh Gus Yahya beberapa kali, lalu saya tanya soal memasukkan perempuan dalam struktur keketuaan PBNU, bagaimana dengan rais aam?” kata Khofifah, Rabu (12/1).

Sebelum menerima amanah tersebut, dia juga sempat menanyakan mengenai posisinya sebagai Gubernur Jatim. Setelah musyawarah antarpengurus PBNU, akhirnya disetujui.

“Pasti ini semua di dalam otoritas rais am untuk menentukan, dengan musyawarah bersama ketua umum tanfidziyah. Menurut Gus Solah, juga atas usulan Gus Mus yang bilang sudah saatnya di PBNU ada perempuan,” jelasnya.

Setelah itu, Khofifah mendapat telepon kembali mengenai pertimbangan dirinya menjadi Ketua Tanfidziyah PBNU. Dia meminta syarat agar ada pengurus harian lain yang juga perempuan.

“Apakah jajaran ketua, kesekjenan, dan kebendaharaan harus ada perempuan lain," ujar Ketum Muslimat NU tersebut.

Oleh karena itu, dia meminta apabila namanya dimasukkan ke dalam kepengurusan PBNU supaya menjadi pertimbangan kedua.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersedia menerima amanah sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU setelah syarat yang dia inginkan terpenuhi