Pengamat: Khofifah Tak Banyak Dongkrak Elektabilitas Prabowo-Gibran

Secanggih dan sehebat apa pun tim kampanye maupun tim sukses, menurut Iqbal, pada ujungnya tetap akan kembali pada kekuatan gagasan dan karakter capres dan cawapresnya
Berdasarkan tiga faktor krusial itulah, secara sosial kultural, muslimat NU, baik di Jatim maupun nasional, sejatinya sudah tersebar kuat dan merata ke pasangan calon Anies-Muhaimin maupun Ganjar-Mahfud.
Nah, kehadiran Khofifah dinilai tidak akan banyak mendongkrak elektabilitas Prabowo-Gibran.
"Khofifah bukanlah dewi penyelamat kandidat. Dia adalah tokoh NU dan pemimpin Jawa Timur yang secara personal kultural tetap sebagai santri, yang juga terikat ketakziman dan nilai-nilai taat kiai," ucapnya.
Iqbal menjelaskan ketika para kiai sudah meneguhkan sikap dan pilihan politiknya pada pasangan Anies-Muhaimim atau Ganjar-Mahfud, maka sangat mungkin Khofifah tidak akan menjadi "dewi penyelamat" suara Prabowo-Gibran.
"Hal itu lebih untuk menyelamatkan tiketnya sendiri menghadapi Pilkada Jawa Timur 2024, karena melalui koalisi partai-partai pengusung Prabowo-Gibran, nasib pencalonan Khofifah bisa resmi sebagai kandidat dalam pilkada Jatim," ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unej itu. (antara/mcr12/jpnn)
Bergabungnya Khofifah ke TKN dinilai oleh pengamat tidak banyak mendongkrak elektabilitas Prabowo-Gibran.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News