Tragedi Kanjuruhan, Ada Indikasi Pelanggaran HAM, Anam: Kekerasan Memang Terjadi
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan serangkaian investigasi untuk mengetahui penyebab kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10) lalu.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengungkapkan untuk melakukan investigasi, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Paling pertama, peristiwa itu harus dilihat secara objektif.
“Kenapa bisa terjadi? Itu yang kami dalami. Kami minta semua pihak untuk transparan kepada kami, termasuk kepolisian dan TNI,” kata Choirul di Kantor Manajemen Arema, Senin (3/10).
Baca Juga:
Pihaknya akan melakukan kunjungan kepada korban di rumah sakit, bertemu dengan para pemain untuk menggali informasi terkait dengan peristiwa tersebut.
“Mendalami peristiwa yang terjadi di Kanjuruhan, termasuk penggunaan gas air mata,” ujarnya.
Choirul mengatakan dari informasi yang telah dikumpulkan dan video yang tersebar, ada kekerasan yang memang terjadi.
“Kekerasan memang terjadi, ditendang, kena kungfu. Tidak hanya Komnas HAM saja yang melihat, tetapi semua melihat itu. Penggunaan gas air mata, kami telusuri,” tuturnya.
Pihaknya juga akan melakukan investigasi terkait dengan akses keluar masuk stadion. Berdasarkan informasi yang diterima Komnas HAM, dari 14 pintu, hanya ada dua pintu saja yang terbuka.
Komnas HAM menemukan indikasi pelanggaran HAM dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News