HIV/AIDS Masih Mengancam di Jatim, Sepanjang 2023 Ditemukan 9.409 Kasus

Selasa, 05 Desember 2023 – 09:34 WIB
HIV/AIDS Masih Mengancam di Jatim, Sepanjang 2023 Ditemukan 9.409 Kasus - JPNN.com Jatim
Ilustrasi - Cegah HIV/AIDS. (ANTARA/Antaranews)

Begitu pula dengan ODHIV, walaupun virusnya sudah bisa dikendalikan, ARV harus tetap dikonsumsi sepanjang hidupnya.

"Jangan dibayangkan sepanjang hidup harus minum obat, tetapi cukup meluangkan waktu lima menit setiap harinya mengonsumsi ARV, imunitas ODHIV bisa terjaga dan melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Jadi, penyakit HIV tidak ada bedanya dengan penyakit kronis lainnya, pemenangnya adalah siapa yang mau berobat," tuturnya.

Oleh karena itu, Erwin berpesan bagi masyarakat yang memiliki resiko tertular agar segera mengakses layanan kesehatan untuk diperiksa dan diobati.

Tata laksana ini sudah ada di hampir semua fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, baik itu di faskes tingkat 1, tingkat 2 maupun tingkat 3.

Sebetulnya tidak ada alasan bagi masyarakat yang memiliki resiko untuk tidak segera memeriksakan diri dan diobati.

"Program-program skrining, misalkan pada ibu hamil menjadi isu penting karena kita tahu bahwa menuju Indonesia Emas Tahun 2045, kita semua ingin mendapatkan generasi yang sehat," ucapnya.

Untuk mendapatkan generasi yang sehat, mulai saat ini program pemerintah mendorong untuk melakukan skrining pada ibu hamil, skrining tidak hanya HIV, namun juga hepatitis B dan sifilis.

"Dengan skrining, diharapkan bila ibu hamil itu ternyata negatif atau sehat, kita bersyukur. Layanan Antenatal Care (ANC) akan tetap kita berikan yang terbaik untuk ibu-ibu yang sehat," katanya.

Dinas Kesehatan Jatim mencatat sepanjang 2023 menemukan orang dengan HIV/AIDS sebanyak 9.409 kasus.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News