Mendung di Surabaya Bukan Murni Peralihan Musim, Begini Penjelasan BMKG

Kamis, 16 November 2023 – 22:35 WIB
Mendung di Surabaya Bukan Murni Peralihan Musim, Begini Penjelasan BMKG - JPNN.com Jatim
Kondisi cuaca mendung di Kota Surabaya. Foto: Ardini Pramitha/JPNN.com

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menilai mendung yang terjadi di Kota Surabaya disertai beberapa kali hujan ringan bukanlah murni peralihan musim.

Kasi Data dan Informasi BMKG Teguh Tri Susanto memaparkan kondisi tersebut disebabkan karena fenomena lapisan inversi. Dari data observasi, hal tersebut dapat menimbulkan kekaburan jarak pandang.

“Lapisan inversi, yaitu lapisan atmosfer yang hangat berada di atas lapisan atmosfer dingin, padahal dalam kondisi normal justru sebaliknya,” ujar Teguh, Kamis (16/11).

Kondisi itu menghambat udara untuk naik dan menyebar sehingga banyak polutan terjebak di permukaan. Lapisan inversi dapat menyebabkan perubahan kondisi cuaca serta dapat mempengaruhi polusi udara.

“Fenomena itu terjadi karena adanya distribusi suhu dan kelembaban yang tidak merata dalam atmosfer, serta pengaruh cuaca maupun topografi tertentu,” katanya.

Dia berpendapat beberapa efek bisa ditimbulkan akibat adanya fenomena lapisan inversi mengingat udara dingin yang terjebak di bawah lapisan inversi dapat menyebabkan penumpukan polusi udara di atas permukaan bumi.

“Dampaknya adalah menghasilkan kualitas udara yang buruk karena polutan tidak dapat tersebar dan diencerkan dengan baik,” ucapnya.

Di sisi lain, Teguh juga mengutarakan lapisan inversi bisa menyebabkan kabut dan mempengaruhi kondisi cuaca serta pola cuaca lokal.

Penjelasan BMKG soal cuaca mendung di Surabaya. Singgung fenomena lapisan inversi hingga dampak pada penerbangan.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News