Insyaallah, 8.000 Titik Pengerjaan Jamban di Surabaya Rampung Tahun Ini

Kendala nonteknis ialah persoalan luas ukuran rumah yang menyebabkan para anggota keluarga harus mengungsi atau menginap sementara di Balai RW selama proses pengerjaan jamban.
Selain itu, walaupun sudah adanya WC atau toilet, tetapi saluran pembuangan kotoran tersebut langsung menuju ke sungai.
“Jika ada anggota keluarga yang sedang sakit atau anak-anak, kami berkoordinasi dengan Dinkes Kota Surabaya agar bisa menginap dan melakukan perawatan karena paling lama pengerjaan jamban 2-3 hari,” tuturnya
Untuk kendala pada sisi teknis, yakni kekurangan tenaga pekerja untuk melakukan pengerjaan jambanisasi hingga akses mobilisasi bahan material untuk pengerjaan.
Di samping itu, terdapat kesulitan untuk membawa bahan material, yaitu harus memasuki gang sempit yang berdampak pada pengangkutan bahan material.
“Namun secara keseluruhan, warga menyambut baik program atau pengerjaan jambanisasi karena program ini gratis, jadi warga tidak dipungut biaya sepeser pun,” ucap Hebi. (mcr23/jpnn)
Stop buang air besar sembarangan! DLH Surabaya menargetkan pasang 8.000 jamban pada 2023
Redaktur : Fahmi Azis
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News