Beda dengan Dinkes, Polisi Klaim Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Masih 125 Orang

jatim.jpnn.com, MALANG - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan kabar terbaru terkait dengan jumlah korban akibat tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu.
Dia menegaskan bahwa korban meninggal dalam kerusuhan pascalaga Arema FC vs Persebaya masih 125 orang seperti yang disampaikan Kapolri beberapa waktu lalu.
Adapun untuk korban luka mencapai 465 orang. Dia memerinci korban luka ringan sebanyak 406 orang, sedang 30 orang, dan korban luka berat 29 orang.
"Untuk korban yang masih dirawat di rumah sakit, sebanyak 59 orang," tutur jenderal bintang dua itu.
Korban yang dirawat terbanyak berada di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang sebanyak 30 orang dan RSUD Kanjuruhan 11 orang.
Irjen Dedi pun sempat disinggung soal perbedaan data jumlah korban meninggal dengan rilis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.
Dinkes Kabupaten Malang menyebutkan per Selasa (4/9) pukul 10.00 WIB, korban meninggal sementara akibat tragedi Kanjuruhan sebanyak 131 orang.
"Ya, nanti kami akan konfirmasi ke Dinkes (Malang)," sahutnya singkat. (faz/jpnn)
Irjen Dedi menyampaikan masih ada 59 orang korban luka akibat tragedi Kanjuruhan yang menjalani perawatan di rumah sakit sekitar.
Redaktur & Reporter : Fahmi Azis
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News