Temuan Klaster Sekolah di Jatim Selama PTM Cuma Salah Paham
Pertama, 2,8 persen satuan pendidikan yang sebelumnya dipublikasikan oleh pihaknya bukanlah data klaster COVID-19, melainkan keterangan lembaga pendidikan yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular virus corona.
"Jadi, belum tentu klaster," tutur Jumeri.
Kedua, data 2,8 persen itu didapatkan dari laporan 46.500 satuan pendidikan yang mengisi survei dari Kemendikbudristek. Namun dari jumlah sekolah itu ada yang sudah dan belum melaksanakan PTM terbatas.
Ketiga, angka 2,8 persen satuan pendidikan tersebut bukan akumulasi dari kurun waktu sebulan terakhir. Melainkan, didapat dari laporan yang diterima sejak Juli 2020 atau 14 bulan lamanya.
Keempat, soal 15 ribu siswa dan tujuh ribu guru positif COVID-19 berasal dari laporan 46.500 satuan pendidikan yang belum terverifikasi sehingga masih ditemukan kesalahan.
"Misalnya, kesalahan input data yang dilakukan satuan pendidikan seperti laporan jumlah guru dan siswa positif COVID-19 lebih besar daripada jumlah total guru dan siswa pada satuan pendidikan itu," ucap dia. (antara/mcr13/jpnn)
Kadisdik Jatim Wahid Wahyudi menyesalkan adanya kesalahpahaman Kemendikbudristek soal adanya klaster sekolah di Jawa Timur selama PTM terbatas.
Redaktur & Reporter : Fahmi Azis
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News