BOR Menurun, Pemkot Kediri Tetap Siaga, Banyak Warga Enggan Dilacak

jatim.jpnn.com, KEDIRI - Keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Kota Kediri, Jawa Timur, mulai menurun imbas kebijakan PPKM.
"BOR sedikit menurun. Kemarin 76 persen, hari ini 71 persen. Secara umum, ada penurunan dampak dari PPKM," Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Fauzan Adima, Selasa (3/8)
Kendati demikian, persentase itu tidak bisa menyimpulkan bahwa kasus sudah mulai turun.
Baca Juga:
Fauzan menilai penurunan BOR tersebut belum signifikan. Kondisinya, masih naik dan turun (berfluktuasi), sehingga harus tetap diwaspadai guna mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19.
Dia pun tetap meminta warga untuk waspada dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dengan selalu mengenakan masker, rajin mencuci tangan, serta mengenakan hand sanitizer, serta menerapkan jaga jarak.
Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Kediri, Herwin Zakiyah menandaskan pemkot tak akan lengah dengan persentase BOR yang sementara menurun.
Pemkot pun tetap berupaya keras melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 dengan mengintensifkan tracing (pelacakan) kepada warga kontak erat pasien terpapar virus corona.
Sebagian masyarakat masih enggan untuk dilakukan tracing. Dia menceritakan tak jarang ketika petugas melacak para kontak erat di lingkungan pasien terkonfirmasi COVID-19, ada saja yang tidak mengaku.
Pemkot Kediri tak lantas mengendurkan kesiagaannya ketika mengetahui persentase BOR di daerahnya sedikit menurun.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News