Pemkot Surabaya Minta 'Sumbangan', Pakar Komunikasi Unair: Inilah Pancasila Sebenarnya

Sabtu, 24 Juli 2021 – 21:46 WIB
Pemkot Surabaya Minta 'Sumbangan', Pakar Komunikasi Unair: Inilah Pancasila Sebenarnya - JPNN.com Jatim
Posko Surabaya Peduli Bencana menerima bantuan penanganan COVID-19 di Halaman Balai Kota Surabaya. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pakar Komunikasi Universitas Airlangga Suko Widodo menyoroti video unggahan akun instagram Narasi yang viral berjudul ‘Pemkot Surabaya Minta Disumbang Warga, Etiskah?’.

Video itu mengutip pernyataan Sekda Surabaya Hendro Gunawan soal ajakan para pemangku kepentingan dan masyarakat berdonasi melalui program Surabaya Memanggil di Posko Surabaya Peduli Bencana.

Menurut Suko Widodo, peran serta warga Surabaya memerangi pandemi Covid-19 penting karena tidak mungkin cuma ditanggung pemerintah kota.

"Sebetulnya, ajakan donasi semacam itu lumrah dan bahkan harus dilakukan. Apalagi gotong royong adalah tradisi Surabaya," kata dia.

Suko mengatakan warga Surabaya punya tradisi gotong royong yang sangat kental, sehingga sah-sah saja jika pemerintah kota meminta bantuan.

Selain itu, Surabaya saat ini masuk kategori zona merah, sehingga kondisi tersebut menjadi kesempata seluruh pihak bekerja sama guna memberantas Covid-19.

Dia mencontohkan sejumlah organisasi atau nasional yang bekerja sama dengan masyarakat soal penanganan Covid-19, seperti Ikatan Alumni Universitas Airlangga dan Universitas Gajah Mada.

“Penanganan Covid-19 bisa semakin cepat jika banyak pihak terlibat, bahkan menurut saya, inilah Pancasila yang sebenarnya," ujar Suko Widodo. (mcr6/antara/jpnn)

Pakar Komunikasi Universitas Airlangga menyoroti video unggahan akun instagram Narasi yang viral berjudul ‘Pemkot Surabaya Minta Disumbang Warga, Etiskah?’