Respons RSUD Situbondo Soal Tudingan Diagnosis COVID-19 Korban Kecelakaan

Selasa, 13 Juli 2021 – 23:00 WIB
Respons RSUD Situbondo Soal Tudingan Diagnosis COVID-19 Korban Kecelakaan - JPNN.com Jatim
Plt. Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo dr. Roekmy didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Selasa (13/7/2021). (ANTARA/Novi H)

jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Seorang pengurus salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendatangi RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, Jawa Timur. Dia menuding pihak rumah sakit asal mendiagnosis atau meng-covid-kan korban kecelakaan tunggal.

Kejadian tersebut diketahui dari sebuah video beredar di media sosial. Belakangan diketahui korban kecelakaan itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis selama tiga hari.

Rumor tersebut pun mendapat tanggapan dari Plt Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem, dr. Roekmy. Dia menegaskan tudingan itu tidak benar.

"Hari ini, saya dipanggil Pak Bupati terkait dengan hal tersebut. Tak benar kalau rumah sakit meng-covid-kan seseorang (korban kecelakaan tunggal, red)," kata Roekmy, Selasa (13/7).

Menurut dia, rumah sakit mengeluarkan pernyataan bahwa seseorang terpapar COVID-19 atau tidak berdasarkan hasil rontgen dada atau thorax yang bersangkutan.

Bagi setiap pasien kecelakaan, selalu dilakukan rontgen, mulai dari kepala atau dada yang dikeluhkan.

"Dari hasil rontgen ternyata pasien itu ada indikasi COVID-19 dan selanjutnya tes usap PCR yang hasilnya keluar hari ini, ternyata positif COVID-19," ujar Roekmy.

Dia menandaskan rumah sakit tidak mungkin meng-covid-kan pasien kecelakaan atau penyakit lainnya, karena semua dilakukan sesuai indikasi dengan tujuan menjaga keselamatan masyarakat, terlebih di masa pandemi.

RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo menjawab tudingan asal mendiagnosis COVID-19 atau mengcovidkan pasien kecelakaan tunggal.
Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News