Eri Cahyadi Diminta Kaji Ulang Sekolah Tatap Muka Usai Lonjakan Covid-19 di Surabaya

Jumat, 18 Juni 2021 – 05:44 WIB
Eri Cahyadi Diminta Kaji Ulang Sekolah Tatap Muka Usai Lonjakan Covid-19 di Surabaya - JPNN.com Jatim
Dokumentasi - Sekolah tatap muka yang digelar di salah satu SMPN Surabaya beberapa waktu lalu. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi diminta mengkaji ulang upaya sekolah tatap muka menyusul peningkatan angka aktif Covid-19 di Kota Pahlawan.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menyarankan Eri Cahyadi mendengar rekomendasi dari sejumlah pakar soal perlu atau tidaknya sekolah tatap muka.

"Sekolah tatap muka tergantung pada kebijakan kepala daerah. Pada dasarnya sekolah tatap muka berlaku untuk daerah yang berstatus zona kuning atau oranye. Adapun Surabaya saat ini berstatus zona oranye," kata Reni, Kamis (17/6).

Reni khawatir akan terjadi klaster sekolah, sehingga menambah angka penularan Covid-19 di Surabaya.

Selain tergantung pada kebijakan kepala daerah, lanjut dia, juga harus memperhatikan persetujuan orang tua.

"Bagi siswa yang tidak mendapat izin sekolah tatap muka, harus dilayani lewat pembelajaran daring," ujarnya.

Dia menilai wali kota dalam hal ini perlu berhati-hati mengingat ruang isolasi Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Surabaya mulai penuh.

"Semangat Eri Cahyadi melindungi warganya. Begitu juga kami di DPRD punya tujuan sama agar angka Covid-19 di Surabaya bisa turun," ujar Reni. (mcr6/antara/jpnn)

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi diminta mengkaji ulang rencana sekolah tatap muka menyusul peningkatan angka aktif Covid-19 di Kota Pahlawan..