Wabah Antraks di Sidomulyo, Penjualan Sapi Pasar Tulungagung Tetap Ramai

jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Isu wabah antraks agaknya tidak banyak mempengaruhi penjualan sapi di pasar hewan Tulungagung, Jawa Timur.
Sekitar 26 ternak di Desa Sidomulyo, Pagerwojo sebelumnya mati beruntun lantaran terpapar antraks beberapa pekan yang lalu.
Meski dibayang-bayangi ancaman wabah antraks yang dikhawatirkan menyebar dari wilayah Pagerwojo ke daerah-daerah sekitarnya, pasar setempat terlihat tetap ramai.
Seperti di Pasar Hewan Beji yang berada di pinggiran Tulungagung, aktivitas pasar tetap ramai. Tampak pedagang berikut ternaknya yang diangkut dari daerah-daerah untuk dijual.
Banyak pula pedagang yang membeli ternak warga untuk dikumpulkan dahulu atau bahkan langsung dijual.
"Kalau penjualan sapi sampai hari ini normal-normal saja," kata salah satu pedagang sapi asal Kecamatan Rejotangan, Kolik Riski Efendi, Kamis (10/6).
Dia memperkirakan volume penjualan sapi di Pasar Hewan Beji maupun lokasi lainnya, seperti Ngunut akan semakin tinggi seiring datangnya Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 23 Juli 2021.
Sejumlah pedagang sebenarnya mengetahui temuan kasus antraks di Desa Sidomulyo. "Tidak ada pengaruhnya sama sekali, kok,” ucap Kolik.
Akitivitas jual beli di pasar hewan Tulungagung tidak begitu tepengaruh isu wabah antraks yang mengakibatkan puluhan ternak warga Desa Sidomulyo, Pagerwojo mati
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News