Warga Halangi Polisi Usut Tragedi Mercon Maut di Tulungagung

jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Polres Tulungagung sempat kesulitan melacak informasi tragedi mercon maut yang melukai sembilan orang karena dihalang-halangi warga lokal.
Kapolsek Rejotangan AKP Heri Poerwanto mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus mercon maut di Tulungagung usai sejumlah media membuat pemberitaan terkait peristiwa tersebut.
"Kami sempat tanya ke warga setempat mengingat tidak ada laporan kejadian ke polisi, tetapi tidak ada yang mau menjawab," tutur AKP Heri Poerwanto, Selasa (11/5).
Heri juga mengatakan para warga sampai menutup semua pintu rumah dan mematikan lampu ketika petugas dari Polres Tulungagung mulai mencari lokasi kejadian.
Polisi baru mendapat kepastian insiden ledakan setelah mendatangi RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur.
Sejumlah korban selamat mulai memberikan keterangan kepada petugas terkait waktu kejadian dan lokasi ledakan petasan terjadi.
"Petugas kembali ke Desa Sukorejo Wetan setelah mendapat informasi dari korban. Awalnya warga masih mengelak, hingga ada satu orang yang menunjukkan lokasi kejadian,” kata Heri.
Sikap tertutup juga tampak saat warga Desa Sukorejo Wetan yang anggota keluarganya ikut menjadi korban ledakan petasan.
Beberapa keluarga korban pelit bicara soal kronologi kejadian kecuali petugas rumah sakit.
Polres Tulungagung sempat kesulitan melacak informasi tragedi mercon maut yang melukai sembilan orang karena dihalang-halangi warga lokal.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News