Soekarno Sering Teriak-teriak saat Berada dalam Kamar, Jadinya....

Kamis, 24 Juni 2021 – 16:25 WIB
Soekarno Sering Teriak-teriak saat Berada dalam Kamar, Jadinya.... - JPNN.com Jatim
Sejarawan dan Pemimpin Redaksi Majalah Historia Bonnie Triyana. Foto: BKNP PDI Perjuangan

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Presiden Soekarno boleh dikatakan sebagai tokoh yang piawai berpidato dengan gaya retorikanya yang sangat khas.

Ciri Khas Soekarno yang berapi-api saat tampil di hadapan publik seakan menjadi daya tarik bagi para pendukungnya.

Tak heran, masyarakat Indonesia bisa betah berlama-lama hanya untuk mendengarkan Soekarno mengeluarkan sudut pandangnya.

"Bung Karno dikenal sebagai seorang orator, julukannya ‘Singa Podium’. Banyak dari rakyat terpikat oleh kharismanya sang pemimpin,” kata sejarawan dan Pemimpin Redaksi Majalah Historia Bonnie Triyana saat menjadi narasumber ‘Talkshow & Musik Bung Karno Series’ bertema ‘Gaya Retorika Pidato Bung Karno’ yang ditayangkan Badan kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP, Rabu (23/6).

Menurut Bonnie, salah satu yang membuat pidato Bung Karno menarik adalah isi materi yang selalu menyesuaikan dengan konteks.

“Bung Karno tidak melulu berpidato tentang masalah politik saja. Di atas podium, Bung Karno sering kali berbagi pikiran memberikan pandangan-pandangan kepada masyarakat,” ungkap penyunting buku berjudul ‘Revolusi Belum Selesai: Kumpulan Pidato Presiden Sukarno 30 September 1965 – Pelengkap Nawaksara’ itu.

Bonnie juga menyebut Soekarno tak melulu berpidato tentang politik. Presiden pertama Indonesia itu juga banyak bercerita tentang pengalaman hidupnya kepada rakyat.

"Bung Karno dikenal sebagai orator ulung sejak muda. Semasa di Surabaya, Bung Karno berlatih pidato sambil berteriak-teriak di kamarnya yang sempit,” ucap Bonnie. (mcr6/rhs/jpnn)

Gaya pidato Presiden Pertama Indonesia Soekarno yang berapi-api seakan membuat para pendukungnya terbius dan mengikuti ideologinya.