Pengamat Sebut Prabowo-Gibran Berpeluang Menang 1 Putaran, Ini Faktor-Faktornya

"Pakde Karwo dan Gus Ipul itu sudah pernah pegang Jatim. Jadi, ketokohannya jelas ada efeknya. Meski Gus Ipul tidak mendeklarasikan atas nama PBNU, tetapi orang sudah tahu siapa dia," tuturnya.
Kemudian yang menarik adalah kekuatan dari kalangan milenial dan Gen Z sebagai pemilih muda dan pemula patut diperhitungkan.
Semua paslon, kata Fahrul, berlomba-lomba menargetkan dari kalangan pemuda dan pemula yang punya jumlah paling banyak sebagai pemilih.
"Di sini Cawapres Gibran punya potensi besar. Secara psikologis, dia mewakili dan paham apa yang diinginkan anak muda. Anak muda itu tidak lepas dari teknologi di dunia maya, atau gadget," kata dia.
Fahrul juga tak menampik saat usai debat cawapres, Gibran diserang lewat berbagai medsos, khususnya soal etik, tetapi justru itu yang menguatkan posisinya di kalangan anak muda.
Dia mencontohkan banyak media sosial yang menyerang Gibran lantaran gesturnya yang mengangkat tangannya di atas mata dalam gerakan mengintip, seolah-olah kesulitan mencari jawaban dari Mahfud MD saat debat cawapres.
"Serangan di media sosial justru menguntungkan Gibran. Kenapa? Anak muda justru melihat dari sisi lainnya. Bukan soal etiknya. Lihat saja, gerakan itu malah makin tenar, dibuat bentuk kartun, gimmick, bahkan diperagakan anak-anak muda dalam keseharian dengan teman-temannya," pungkas Fahrul. (mcr12/jpnn)
Prabowo-Gibran berpeluang besar menang satu putaran di Pilpres 2024, pengamat bilang begini.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News