Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah SPI Dipelintir Jadi Masalah Eksploitasi Ekonomi Siswa

Sabtu, 26 Juni 2021 – 15:59 WIB
Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah SPI Dipelintir Jadi Masalah Eksploitasi Ekonomi Siswa - JPNN.com Jatim
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menyampaikan korban kasus SPI Kota Batu dan keluarganya mendapat teror ancaman dari media sosial. ANTARA/Vicki Febrianto

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Komisi Nasional Perlindungan Anak (PA) mengatakan ada oknum jahat yang coba memelintir kasus pelecehan seksual di sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) menjadi masalah ekspolitasi ekonomi siswa.

"Ini jelas murni kasus kekerasan seksual. Kami akan mengawal kasus ini," ucap Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, Jumat (25/6).

Oleh sebab itu, Arist menedesak Polda Jatim untuk mencekal JE selaku terduga pelaku pelecehan seksual di sekolah SPI agar tidak kabur.

"Jangan sampai saat kasus ini sedang berlangsung terlapor bisa pergi keluar negeri," ujarnya saat dikonfirmasi di kantor LBH Surabaya.

Arist juga sudah menyiapkan sejumlah alat bukti tambahan yang siap dikirimkan ke penyidik Polda Jatim seperti surat menyurat dan juga rekaman kamera pengintai.

"Termasuk juga pengakuan dari korban. Ini sudah terkonfirmasi," ujarnya.

Saat ini ada 14 korban yang sudah dimintai keterangan oleh petugas Polda Jatim dan menjalani visum kepentingan penyelidikan.

"Selain itu, kami juga mendapat laporan yang terkonfirmasi kalau ada siswa angkatan 2007 atau angkatan pertama yang melaporkan kalau dirinya juga menjadi korban terlapor," katanya. (mcr6/antara/jpnn)

Komnas PA menyebut ada oknum jahat yang memelintir kasus pelecehan seksual di sekolah SPI jadi masalah eksploitasi ekonomi siswa.