KontraS Beber 2 Penyebab Dugaan Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Orang, Begini

Selasa, 04 Oktober 2022 – 09:58 WIB
 KontraS Beber 2 Penyebab Dugaan Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Orang, Begini - JPNN.com Jatim
KontraS dan pentolan Aremania ketika melakukan pertemuan dengan akan melakukan investigasi secara mandiri pada Senin, (3/10). Foto: Ridho Abdullah/JPNN.com

jatim.jpnn.com, MALANG - Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menduga adanya pelanggaran hak asasi manusia atau HAM dalam tragedi Kanjuruhan.

Jumlah korban terus bertambah meski data yang meninggal masih 125 orang. Peristiwa tersebut harus diusut tuntas dan tak boleh menganggapnya sebagai kejadian biasa.

Perwakilan dari KontraS Andi Irfan Juanedi prihatin dengan banyaknya korban berjatuhan dengan sangat gampangnya. Dia menduga ada dua penyebab dalam tragedi mengerikan itu yang harus diinvestigasi dan dicari buktinya.

Penyebab kerusuhan yang pertama, panitia pelaksana ketika pertandingan Arema FC melawan Persebaya kirang bertanggung jawab. Jumlah penonton melebihi kapasitas dan SOP penyelamatan tak berjalan dengan baik.

Hal itu membuat ratusan orang terjebak di pintu keluar dan meninggal karena terjebak berdesak-desakan.

"Klalaian panitia dengan jumlah penonton melebihi kapasitas di stadion dan ketika ada potensi kerusuhan, SOP penyelamatan tidak terjadi di situ. Gate 1 sampai 14 justru tertutup sehingga penonton terjebak di pintu keluar." kata Andi, Senin (3/10).

Penyebab kedua, yakni tentang aparat keamanan yang merespons sangat represif. SOP yang diterapkan dinilai tak profesional karena penggunaan gas air mata yang seharusnya tak boleh digunakan dalam stadion.

"Penggunaan gas air mata dilarang di dalam stadion, bahkan mereka (brimob, red) menembak ke tribun kepada suporter yang tak ikut berkontribusi dalam kekisruhan, di sana lebih banyak anak-anak, ibu-ibu dan orang yang sebenarnya tak ingin hal itu terjadi," ujarnya.

Kontras menyebut ada dua penyebab dalam tragedi kerusuhan di dalam Stadion Kanjuruhan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News