Warga Suku Tengger di Desa Ranupani Mulai Membuat Batik Khas
jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Suku Tengger di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, kian kreatif. Mereka tidak lagi menggantungkan pendapatannya melalui sektor pertanian.
Mereka mulai membuat membuat batik khas yang terinspirasi dari hasil alam.
Kegiatan pembuatan batik itu diinisiasi oleh Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (UB) Malang. Anggotanya dari lintas jurusan dan fakultas.
Anggota Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya Lusy Asa Akhrani menyatakan kegiatan itu digelar bekerja sama dengan ibu-ibu PKK Desa Ranupani.
"Kami waktu itu sepakat membuat bahan yang menjadi kebiasaan warga dan muncul ide sarung yang bercorak batik. Alasannya karena hampir semua petani dan warga ke mana-mana membawanya," ucapnya kepada JPNN.com, Jumat (23/9).
Dia juga menyatakan corak yang dibuat batik khas Desa Ranupani terinspirasi dari hasil alam yang menjadi bahan dasarnya, seperti kentang, wortel, dan cabai tengger yang terkenal pedasnya.
Menurutnya, cara pembuatan batik khas Ranupani sama dengan batik-batik pada umumnya.
Hanya saja, alat pembuatan batik Ranupani terbuat dari kardus bekas yang telah didaur ulang.
Masyarakat Suku Tengger di Desa Ranupani sekarang memiliki batik khas mereka sendiri.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News