Ramai Wabah PMK, Festival Rujak Uleg Tetap Digelar, Eh Cingur Sapinya Bagaimana?

Minggu, 22 Mei 2022 – 10:26 WIB
Ramai Wabah PMK, Festival Rujak Uleg Tetap Digelar, Eh Cingur Sapinya Bagaimana? - JPNN.com Jatim
Suasan Fesitval Rujak Uleg pada 2019. Foto: Antara Jatim/Moch Asim/zk.

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Festival Rujak Uleg tetap digelar meskipun sejumlah daerah di Jawa Timur tengah dilanda wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Lantas, bagaimana dengan congor atau mulut sapi yang menjadi bahan utama sajian rujak cingur pada festival itu.

Pertanyaan itu pun dijawab Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya Wiwiek Widayati, Sabtu (21/5).

Dia menerangkan Pemkot Surabaya memperhatikan kemunculan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi yang menyebar cepat di sejumlah daerah.

Oleh karena itu, pemkot telah menjalin kerja sama dengan Rumah Potong Hewan (RPH) untuk memastikan semua cingur (congor atau mulut sapi) yang digunakan oleh peserta higienis dan tidak terinfeksi penyakit.

"Seluruh peserta Festival Rujak Uleg menggunakan cingur yang disuplai oleh RPH dan sudah terjamin kualitasnya," ucap Wiwiek.

Dengan begitu, masyarakat bisa tenang menyantap rujak cingur yang disajikan para peserta festival tersebut.

Di sisi lain, Festival Rujak Uleg kali ini cukup menarik karena sempat dua tahun vakum karena situasi pandemi Covid-19.

Festival Rujak Uleg Surabaya kembali digelar. Namun muncul pertanyaan, bagaimana soal cingur yang digunakan peserta mengingat saat ini ada wabah PMK?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News