Soal Varian Mu Dapat Hindari Kekebalan Tubuh, Begini Kata Ahli

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Varian Mu virus SARS-CoV-2 mulai banyak diperbincangkan banyak orang di Indonesia, terutama mengenai potensi jika virus yang muncul pertama kali di Kolombia itu mampu menghindari kekebalan tubuh.
Ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi (Perdalin) Surabaya dr Agung Dwi Wahyu Widodo menanggapi hal tersebut.
"Para peneliti menemukan memang Mu dapat menghindari kekebalan atau tidak terdeteksi antibodi. Mutasi varian ini mampu menghindar pada plasma konvalesen dari pasien dan serum pasien," jelas Agung di Surabaya, Jumat (17/9).
Menurut dia varian Mu memiliki penyebaran yang sangat cepat. Bahkan, kata dia, sejak Januari World Health Oraginization (WHO) sudah mendeteksinya di 39 negera.
Demi mengantisipasi penyebaran virus itu di Indonesia, Dewan Pakar Satgas Covid-19 Jatim dan Ahli Mikrobiologi Klinik dr Soetomo Surabaya tersebut berpesan agar segera dilakukan perketata pada masyarakat yang baru saja datang dari luar negeri.
Terkait potensi Varian Mu yang mampu menghidar dari imunitas tubuh juga dikemukakan oleh Ahli epidemiologi dari Universitas Andalas Defriman Djafri.
Defriman memaparkan varian Mu virus SARS-CoV-2 memiliki mutasi yang mampu berpotensi untuk menghindari kekebalan dari vaksinasi.
Menurut dia, melihat mobilitas yang sudah mulai aktif di berbagai daerah di Indonesia, sangat memungkinkan varian tersebut menyebar.
Varian Mu virus SARS-CoV-2 mulai banyak diperbincangkan banyak orang di Indonesia, terutama mengenai potensi jika virus itu mampu menghindari kekebalan tubuh
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News