Penempatan Mural di Ruang Publik, Pakar Unair Menilai itu Wajar, Karena..
"Posisi mural di tengah masyarakat, sah-sah saja, supaya kritik dan harapan yang ada di dalam mural tersebut didengar dan dilihat publik," terang Doesen Komunikasi Unair ini.
Oleh karenanya, lanjut Igak, susah bila menghadapkan seni dengan aturan. Sebab seni kadang harus membenturkan keduanya.
Igak juga berpendapat, posisi mural yang berada di tengah publik, sama halnya dengan baliho yang berisi pesan-pesan politis.
"Keduanya sama-sama memanfaatkan ruang publik sebagai saluran penyampaian pesan. Hanya bedanya, mereka yang punya kuasa, wewenang dan memiliki privilege tertentu menggunakan baliho. Sementara masyarakat menggunakan mural," terangnya. (mcr17/jpnn)
Polemik mural yang menyita perhatian publik belum lama ini, mendapat tanggapan dari pakar Universitas Airlangga (Unari) Surabaya.
Redaktur & Reporter : Febriansyah
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News