ITS Ikutan Lockdown Hindari Lonjakan Kasus Covid-19 di Surabaya

Kamis, 01 Juli 2021 – 23:59 WIB
ITS Ikutan Lockdown Hindari Lonjakan Kasus Covid-19 di Surabaya - JPNN.com Jatim
Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur. Foto: Antara Jatim/HO-Humas ITS/WI

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengikuti jeka Universitas Surabaya (Unesa) mengambil keputusan lockdown sementara menyusul lonjakan kasus Covid-19 di Surabaya.

Kebijakan lockdown di kampus ITS sudah berlaku sejak 29 Juni-12 Juli 2021.

"Benar, Warek III ITS telah mengeluarkan SE yang berisi tentang kebijakan WFH," ujar Kepala Unit Komunikasi Publik (UKP) ITS Anggra Ayu Rucitra, Kamis (1/7).

Anggara mengatakan seluruh warga kampus ITS wajib mematuhi kebijakan lockdown.

“Pasti ada ya (yang terpapar Covid-19, red) melihat meningkatya kasus positif di Indonesia, sehingga perlu dilakukan sterilisasi di lingkungan kampus," kata Anggara.

ITS membatasi kegiatan fisik dengan WFH. Kebijakan itu nantinya akan dievaluasi lebih lanjut sesuai situasi dan kondisi.

Kebijakan itu tidak berlaku untuk pegawai yang bertugas sebagai SKK/Sarpras/K3L/pegawai Medical Center.

Layanan tugas kedinasan di unit kerja/departemen yang bersifat penting dan tidak dapat ditunda, bisa menugaskan pegawai yang piket sebanyak satu orang setiap hari kerja.

ITS mengikuti jejak Unesa mengambil keputusan lockdown sementara menyusul lonjakan kasus Covid-19 di Surabaya.