Nelayan Tradisional Didorong Manfaatkan Informasi Cuaca BMKG, Tidak Lagi Titen

Minggu, 27 Juni 2021 – 10:15 WIB
Nelayan Tradisional Didorong Manfaatkan Informasi Cuaca BMKG, Tidak Lagi Titen - JPNN.com Jatim
Ilustrasi - BMKG melaksanakan kegiatan sekolah lapang cuaca bagi nelayan (SLCN) di pesisir Pantai Popoh, Tulungagung. Foto: Antara

jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - BMKG melaksanakan kegiatan sekolah lapang cuaca bagi nelayan (SLCN) di pesisir Pantai Popoh, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (26/6).

Setidaknya 60 nelayan setempat mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo mengharapkan dengan upaya edukasi itu para nelayan kian mudah memahami informasi cuaca maritim dari BMKG.

Sejalan dengan pemahaman tersebut yang didukung dengan teknologi prakiraan cuaca, para nelayan bisa lebih memahami keamanan melaut.

"Kenyataannya, mayoritas nelayan masih banyak yang menggunakan ilmu prakiraan cuaca dari tanda-tanda tanda alam di sekitarnya. Padahal pemanfaatan teknologi informasi BMKG saat ini lebih akurat dan simpel," kata Eko.

Selain melaut lebih aman, para nelayan juga tetap bisa mendapatkan hasil tangkapan yang melimpah.

"Di mana posisi ikan berkumpul, di situlah daerah tangkap nelayan yang harus dituju," katanya.

Eko menilai kurangnya pemanfaatan informasi cuaca dapat berakibat fatal bagi para nelayan.

BMKG melaksanakan kegiatan sekolah lapang cuaca bagi nelayan (SLCN) di pesisir Pantai Popoh, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (26/6).
Sumber Antara