Peternak Telur Ayam di Magetan Keluhkan Tingginya Biaya Pakan

Jumat, 29 Januari 2021 – 18:05 WIB
Peternak Telur Ayam di Magetan Keluhkan Tingginya Biaya Pakan - JPNN.com Jatim
Peternak ayam petelur di Desa Sukowinangun, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan sedang memanen telur ayam. Peternak ayam petelur di daerah tersebut mengalami kerugian karena harga pakan terus naik, sedangkan harga jual telur ayam di pasaran turun. (ANTARA/Louis Rika/ Rz)

Sayangnya, hal itu tidak diikuti dengan naiknya harga komoditas telur ayam di pasaran.

"Harga pakan ayam petelur itu sudah empat kali naik sejak lima bulan terakhir. Sementara, harga telur ayam terus turun," kata Nur Hayani.

Turunnya harga telur ayam di pasar tradisional tersebut disebabkan karena turunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Keadaan tersebut memang membuat para peternak mengalami kerugian.

Turunnya harga telur ayam akibat daya beli masyarakat yang rendah merupakan kondisi hukum pasar, dimana harga akan turun mengikuti permintaan pasar yang rendah.

Seperti diketahui, telur ayam merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Magetan.

Sentra ayam petelur di Kabupaten Magetan terdapat di Kecamatan Sidorejo, Plaosan, Magetan, dan Takeran.

Jumlah populasi ayam petelur di sejumlah wilayah tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 2 juta ekor yang semuanya masih dibudidayakan oleh peternak secara tradisional. (antara/jpnn)

Sejumlah peternak telur ayam di Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan naiknya harga pakan ayam selama beberapa bulan terakhir yang berakibat menurunnya pendapatan.

Redaktur & Reporter : Angga Setiawan

Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News