Terang-Terangan Dukung Prabowo, Budiman Sudjatmiko Diminta Mundur dari PDIP

“Saya cukup paham bagaimana Mas Budiman karena hampir setahun berinteraksi penuh selama proses kampanye Pemilu 2019.” tuturnya.
Deni menambahkan aksi Budiman yang playing victim dilakukan untuk menuai simpati publik. Akan tetapi, publik sudah cerdas karena setiap pilihan politik tentu membawa konsekuensi. Publik justru menilai Budiman sebagai sosok yang plin-plan.
“Publik juga menyesalkan Budiman membawa narasi sebagai seorang nasionalis-soekarnois mendukung kubu tertentu. Publik membatin, seorang nasionalis-Soekarnois dalam situasi pilpres, tidak akan mungkin mendukung sosok yang menggunakan politik identitas memecah belah rakyat pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019,” ungkapnya.
“Publik juga membatin, seorang nasionalis-soekarnois dalam situasi pilpres, tidak akan mungkin mendukung sosok yang dulu menghalalkan kekerasan untuk meredam perlawanan rakyat di masa Orde Baru,” imbuh Deni.
Deni menambahkan Budiman adalah aktivis yang dulu dikenal idealis dan menentang kesewenang-wenangan orde baru di mana Prabowo Subianto menjadi bagian di dalamnya.
“Justru kehadiran Budiman yang loncat ke kubu Prabowo membangkitkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga idealisme dan integritas, tidak mengorbankan hal yang paling berharga itu, mungkin demi untuk kepentingan sesaat misalnya transaksi finansial,” kata Deni. (mcr12/jpnn)
Budiman Sudjatmiko diminta tak playing victim dan dengan gentle mengundurkan diri dari PDIP.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News