Polisi Bakal Periksa Kejiwaan Ibu yang Bakar Bayinya di Tungku Perapian

Sebelum melahirkan, IS mengaku makan buah durian dan jambu. Setelah itu, dia merasa perutnya sakit dan kontraksi hingga akhirnya melahirkan.
Yang bersangkutan melahirkan sendiri bayinya di rumah tanpa pertolongan medis. Tersangka merasa lemas karena sempat terjadi pendarahan.
"Setelah melahirkan, dia mengaku kesal teringat dituduh suami berselingkuh maka membawa janin yang baru dilahirkan ke tungku perapian untuk dibakar," jelasnya.
Pembakaran bayi itu terungkap berawal dari kecurigaan tetangga karena rumah pelaku yang tertutup sejak Jumat 3 Februari 2023.
Tetangga pelaku kemudian mengetuk pintu, namun tidak ada respon. Tetangga tersebut lalu membuka paksa pintu dan masuk ke rumah.
Dari dalam rumah, warga mencium aroma anyir darah, bau busuk, dan juga terdapat ceceran darah di kamar.
Sejumlah warga akhirnya mencari sumber darah dan bau tak sedap itu. Mereka kemudian menemukan ada jasad bayi yang terbakar di atas tungku. Jasad sudah rusak, hanya tersisa sedikit tangan yang menghitam.
Sementara IS telah melarikan diri ke area hutan di sekitar Kecamatan Dagangan. IS berhasil ditangkap polisi pada Selasa (7/2) dalam kondisi lemas karena sisa pendarahan setelah melahirkan. (antara/mcr12/jpnn)
Polisi memeriksa kondisi kejiwaan ibu di Madiun yang membakar bayi yang baru dilharikan beberapa hari.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News