Gus Fawait Sebut Sekdaprov Jatim Tak Becus, Bisa Bahayakan Gubernur Khofifah

“Kalau tidak salah untuk Askrida. Kami tidak menentang penambahan modal, cuma sekali lagi kecerobohan pembantu gubernur tiba-tiba penyertaan modal ini caranya asal main ditambahkan," lanjutnya.
Baca Juga:
Seharusnya, kata dia, sebelum penambahan modal harus ada Perda Pernyataan Modal.
“Jadi, tidak bisa langsung main masukkan saja. Ini membahayakan gubernur karena ketidakcakapan anak buahnya. Ini kecerobohan Sekda dan Bappeda sebagai tim anggaran pemerintah daerah (TAPD)," katanya.
Kecerobohan selanjutnya, yaitu dana transfer dari pemerintah pusat untuk Pemprov Jatim Rp 1,5 miliar yang tak dimasukkan dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) sehingga tak dibahas di masing-masing komisi..
“Jatim dapat anugerah rezeki dana transfer, saya apresiasi, tetapi yang menjadi sorotan sebelum gubernur menyampaikan nota keuangan RAPBD 2023 kenapa kawan-kawan di komisi tak dilibatkan dan baru empat hari lalu dilaporkan,” katanya.
Fraksi Gerindra, kata Gus Fawait, siap menolak RAPBD 2023. Pihaknya tak ingin Gubernur Khofifah dipermalukan.
“Kami sayang gubernur. Kami cermat karena tahun 2023 presiden sudah mengingatkan ada ekonomi gelap maka kebijakan RAPBD yang tidak tepat bisa membahayakan gubernur," tuturnya. (mcr12/jpnn)
Gus Fawait menyampaikan beberapa kecerobohan yang diduga dilakukan Sekdaprov Jatim Adhy Karyono yang berpotensi membahayakan Gubernur Khofifah.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News