BMKG Adakan Sekolah Cuaca untuk Nelayan di Trenggalek

jatim.jpnn.com, TRENGGALEK - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyelenggarakan sekolah lapang cuaca untuk nelayan di Kecamatan Munjungan, Trenggalek.
Sekolah lapang cuaca nelayan (SLCN) ini merupakan upaya BMKG dalam mengajari para nelayan dalam memanfaatkan teknologi informasi maritim.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan SLCN tersebut penting bagi nelayan karena jaman sekarang ilmu titen atau kemampuan membaca musim-musim tertentu di laut, sudah tidak berlaku lagi.
"Sekarang ilmu titen itu sudah kacau, karena perubahan iklim yang semakin ekstrem di bumi," jelasnya di Munjungan, Trenggalek, Kamis (7/10).
Selain menbaca cuaca, menurut Dwikorita, di SLCN nelayan juga akan dilatih mengetahui di mana posisi ikan di laut yang bisa dimanfaatkan untuk memancing.
"Kami sudah menyediakan sistem informasi maritim bernama INAWIS BMKG. Layanan daring itu bisa diakses nelayan untuk mengetahui segala informasi maritim, mulai dari cuaca, gelombang laut, arus hingga posisi keberadaan ikan," paparnya.
Jika nelayan sudah mengetahui informasi tersebut, kata Dwikorita, maka mereka akan mudah merencanakan kegiatan melaut.
Sebelumnya, pelatihan SLCN sudah pernah digelar di Pantai Popoh Tulungagung, di Pacitan, Jember hingga Banyuwangi. (antara/mcr17/jpnn)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyelenggarakan sekolah lapang cuaca untuk nelayan di Kecamatan Munjungan, Trenggalek.
Redaktur & Reporter : Febriansyah
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News