Angin Puting Beliung di Sumenep, Warga Histeris Mengucap Tahlil

Menurut Rahman Riadi, angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pancaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya.
"Dan, biasanya setiap perubahan musim, dari penghujan ke kemarau atau sebaliknya, dari musim kemarau penghujan ke penghujan. Nah, sekarang ini kan mau pergantian musim, dari penghujan ke kemarau," katanya.
Oleh karena itu, Rahman meminta agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan saat terjadi angin puting beliung.
“Gejala awal yang bisa dikenali apabila hendak terjadi bencana angin puting beliung ialah udara terasa panas dan sumuk (gerah). Selain itu, ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin kencang," kata Abd Rahman Riadi. (mcr6/antara/jpnn)
Angin puting beliung melanda Sumenep dan membuat warga histeris berlarian sambil mengucap tahlil.
Redaktur & Reporter : Angga Setiawan
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News