Vaksin Dosis Kedua Jenis Sinovac untuk Warga Surabaya dalam Proses

Selasa, 03 Agustus 2021 – 15:47 WIB
Vaksin Dosis Kedua Jenis Sinovac untuk Warga Surabaya dalam Proses - JPNN.com Jatim
Paparan Kementerian Kesehatan terkait vaksinasi COVID-19 dalam Rapat koordinasi percepatan vaksin COVID-19 secara virtual yang dipimpin Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di Surabaya, Selasa (3/8/2021). (FOTO ANTARA/HO-Pemkot Surabaya)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wakil Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Armuji menargetkan pemberian vaksin dosis kedua jenis Sinovac yang sempat terhenti lantaran kehabisan stok, bisa diteruskan pada Agustus ini.

Dalam rapat koordinasi dengan perwakilan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Ditjen P2P Kemenkes), Armuji meminta percepatan distribusi vaksin dosis kedua untuk daerahnya.

"Warga Surabaya menunggu vaksinasi COVID-19 tahap kedua," kata dia, Selasa (3/8).

Armuji mengungkapkan jumlah sasaran vaksinasi di Surabaya sebanyak 2.218.121 jiwa.

Berdasarkan data Ditjen P2P Kemenkes, Kota Surabaya menjadi 57 kabupaten/kota aglomerasi yang ditargetkan pada Agustus 2021 dengan capaian vaksinasi 70 persen.

Karena itu, Armuji mendorong percepatan distribusi guna memenuhi kebutuhan vaksin dosis kedua jenis Sinovac untuk 705 ribu warga Surabaya.

Dia pun mengharapkan Kemenkes mempertimbangkan kalkulasi rentang waktu distribusi hingga penyuntikan vaksin demi menjamin efektivitas vaksinasi dan terbentuknya antibodi warga.

Kabag Hukum, Organisasi dan Humas Ditjen P2P Kemenkes RI Iqbal Djakaria menyampaikan alokasi vaksin yang sedang dalam proses distribusi untuk Kota Surabaya pada Agustus sebanyak 696.430 dosis.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengajukan permohonan tambahan alokasi sebanyak 1.168.676 dosis vaksin dalam surat yang dikirimkan pada 9 Juli 2021 kepada Kemenkes. (antara/mcr13/jpnn)

Pemberian vaksin dosis kedua jenis Sinovac untuk warga Surabaya yang sempat terhenti lantaran kehabisan stok, diharapkan bisa diteruskan pada Agustus ini.
Sumber Antara