Kekurangan Dana, Pemkot Surabaya Butuh Rp 446 Miliar Hingga Desember Nanti
![Kekurangan Dana, Pemkot Surabaya Butuh Rp 446 Miliar Hingga Desember Nanti - JPNN.com Jatim](https://cloud.jpnn.com/photo/jatim/news/normal/2021/07/20/posko-surabaya-peduli-bencana-menerima-bantuan-penanganan-co-9tqr.jpg)
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemkot Surabaya memperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk percepatan penanganan COVID-19 di wilayahnya dari Juli hingga Desember 2021 sekitar Rp 446 miliar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Hendro Gunawan dari jumlah tersebut hanya dapat dipenuhi APBD sebesar Rp 200 miliar saja, padahal pemkot telah melakukan realokasi (refocusing) anggaran.
"Apalagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya diproyeksi menurun Rp 1,5 triliun," kata Hendro, Senin (19/7).
Sekda bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya pun sudah berusaha merasionalisasi anggaran belanja di masing-masing dinas.
Hendro bahkan meminta meskipun keterbatasan anggaran di setiap OPD, tetap wajib melakukan output kinerja tanpa bujet.
Guna menyediakan anggaran itu, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat mendonasikan sebagian rezekinya ke posko Surabaya Peduli Bencana di halaman balai kota.
Segala bentuk bantuan diterima mulai dari dana hingga kebutuhan yang diperlukan dalam penanganan pandemi seperti masker medis, baju hazmat, sarung tangan, APD, alat tes cepat antigen, maupun alat tes usap PCR.
"Jadi beberapa belanja yang belum bisa tercover APBD, nantinya diambil dari dana donasi di posko Surabaya Peduli Bencana," ujar Hendro. (antara/mcr13/jpnn)
Pemkot Surabaya mengalami kendala kekurangan dana untuk memenuhi belanja penanganan COVID-19 hingga Desember nanti.
Redaktur & Reporter : Fahmi Azis
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News