Kerusuhan di Bulak Banteng Bikin Polisi di Surabaya Makin Siaga

Selasa, 13 Juli 2021 – 03:20 WIB
Kerusuhan di Bulak Banteng Bikin Polisi di Surabaya Makin Siaga - JPNN.com Jatim
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum (tengah) memberikan keterangan pers saat pengumuman penetapan tersangka yang menyebabkan perlawanan massa terhadap petugas PPKM darurat di Surabaya, Minggu (11/7/2021). ANTARA/Hanif Nashrullah

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Polres Tanjung Perak Surabaya mulai mengevaluasi mekanisme operasi yustisi guna menghindari kembali munculnya kerusuhan seperti di Bulak Banteng.

Kapolres Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan pihaknya tak terlalu terpengaruh oleh kerusuhan di Bulak Banteng yang diduga bertujuan agar polisi enggan menggelar operasi yustisi selama PPKM darurat.

"Operasi yustisi PPKM darurat tetap akan kami gelar rutin, tentunya dengan penguatan personel," kata AKBP Ganis, Senin (12/7).

Menurut Ganis, penambahan personel sebenarnya tidak perlu dilakukan jika masyarakat patuh terhadap aturan PPKM darurat.

Dia juga menegaskan tujuan dari kegiatan operasi yustisi dan aturan PPKM darurat punya maksud mulia untukmelindungi keselamatan masyarakat akan bahaya Covid-19.

"Masyarakat tahu seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya sudah penuh. Ketersediaan obat-obatan dan oksigen juga terbatas, karenanya saya imbau masyarakat patuh," tuturnya.

Menurut Kapolres, kerusuhan massa yang terjadi di kawasan Bulak Banteng Surabaya dipicu salah satu pemilik warung yang tidak mau ditutup.

"Selanjutnya massa dari kalangan warga sekitar terprovokasi untuk ikut-ikutan melawan petugas," katanya.

Akibat perlawanan massa, sebuah mobil polisi kaca bagian belakangnya pecah.

Polres Tanjung Perak Surabaya mulai mengevaluasi mekanisme operasi yustisi guna menghindari kembali munculnya kerusuhan seperti di Bulak Banteng.