Banyak Pasien di Daftar Tunggu, RSLI Minta Tambahan Nakes dan Tenaga Medis

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Membeludaknya pasien COVID-19 yang masuk, tim medis Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya kewalahan.
Penanggung Jawab RSLI Surabaya Laksma TNI dr. I Dewa Gede Nalendra mengharapkan ada penambahan tenaga kesehatan (nakes) maupun tenaga medis, baik dari TNI maupun Dinas Kesehatan Jatim untuk membantu menangani para pasien.
"Hal itu mengingat jumlah pasien masuk meningkat. Belum lagi masih banyak juga yang ada di daftar tunggu (inden)," ujar Nalendra, Kamis (17/6).
Dia mencatat kapasitas ranjang pasien di tempatnya sebanyak 410 unit dan telah terisi 377 orang.
Para pasien itu terdiri dari 56 orang pekerja migran Indonesia, 12 orang dari pondok pesantren, serta 82 masyarakat umum.
"Khusus dari pekerja migran, masih ada 56 orang yang sedang dirawat," kata Ketua Pelaksana Relawan Program Pendampingan Keluarga Pasien COVID-19 (PPKPC) RSLI Radian Jadid.
Untuk klaster Madura, sedianya ada 240 pasien yang masuk. Namun 14 orang di antaranya dirujuk ke rumah sakit lainnya. Berarti tinggal tersisa 226 orang .
Dari jumlah tersebut, ternyata 86,43 persen pasien klaster Madura memiliki CT value di bawah 25 dan dicurigai terpapar varian baru corona.
RSLI Surabaya mengharapkan ada tambahan tenaga medis dan nakes untuk penanganan pasien COVID-19 di tempatnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News