Bocah 10 Tahun di Nganjuk Nasibnya Tragis, Tewas Tenggelam di Sungai Brantas

jatim.jpnn.com, NGANJUK - Nasib malang dialami seorang anak bernama Ahmad Yusuf Afandi. Bocah berusia sepuluh tahun asal Desa Juwet tersebut dilaporkan tenggelam di Sungai Brantas, Kabupaten Nganjuk, Selasa (28/6).
Koordinator Pos SAR Trenggalek Yoni Fariza menjelaskan dalam upaya pencarian korban, tim SAR gabungan mengerahkan dua SRU air melakukan penyisiran di sisi kanan dan kiri sungai menggunakan dua set perahu karet.
Dalam penyisirannya, SRU air secara bergantian melakukan manuver perahu karet di beberapa lokasi yang dicurigai terdapat korban.
Manuver tersebut bertujuan menimbulkan gelombang air besar.
“Dengan gelombang air yang ditimbulkan dari manuver perahu ini, diharapkan dapat mengangkat posisi korban yang diduga berada di dasar sungai,” jelas Yoni.
Pada saat yang bersamaan, beberapa orang personel tim SAR gabungan melakukan pengamatan tanda-tanda keberadaan korban di beberapa lokasi di sepanjang jembatan.
Pihaknya mengoptimalkan pencarian dengan menyebarkan informasi hilangnya korban kepada warga yang beraktivitas di sekitar Sungai Brantas.
"Tujuannya ketika mereka melihat korban bisa melaporkannya kepada petugas," ujarnya.
Seorang bocah berusia 10 tahun di Nganjuk kondisinya nahas, ditemukan tak bernyawa setelah tenggelam di Sungai Brantas.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News